Aplikasi
Ilmu Mekanika di
Kehidupan Sehari-Hari dalam Berbagai Alat Berat
Disusun oleh
Abdurrois (1417031003)
Agus Widodo (1417031005)
Alvin Yuanda (1417031007)
Budi Utomo (1417031031)
Dracjat Indrawan (1417031043)
Rahmad Riyanto (1417031095)
Redi (1417031099)

JURUSAN
MATEMATIKA
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
LAMPUNG
TAHUN
2014
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur
penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat
dan hidayah-Nya makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini dibuat
untuk memenuhi salah satu tugas yang disampaikan oleh bapak Agus Riyanto,
S.Si., M.Si pada mata kuliah Sains Dasar Fisika.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah memberikan masukan dan bahan kajian pada
tugas ini.
Akhir
kata, Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi
sedikit harapan semoga makalah yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat
bagi kita semua. Amiin.
Bandar Lampung, 12 November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
...................................................................................... ii
DAFTAR ISI
...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………… 1
1.1
Latar
Belakang …………………………………………………... 1
1.2
Rumusan Masalah ……………………………………………….. 2
1.3
Tujuan …………………………………………………………… 2
BAB II TEORI DASAR ……………………………………………………………... 3
BAB III PEMBAHASAN
……………………………………………………... 5
3.1
Konsep-Konsep Mekanika dalam Kehidupan …..….…………… 5
3.2
Aplikasi Mekanika dalam Berbagai Alat Berat ………………..... 38
BAB IV KESIMPULAN
…………………………………………..………….. 40
DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………. 41
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita
tidak terlepas dari ilmu fisika, dimulai dari hal yang ada pada diri kita
sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap saat, energi yang kita gunakan
setiap hari sampai pada sesuatu yang berada di luar diri kita, seperti hal yang
ada di lingkungan kita.
Dalam jenjang perguruan tinggi,
seorang mahasiswa diharapkan tidak hanya mengikuti perkuliahan dengan baik,
namun lebih dari itu, mahasiswa juga dituntut untuk mendalami dan menguasai
disiplin ilmu yang dipelajarinya sehingga mahasiswa akan menjadi sarjana-sarjana
yang berkualitas, dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata di
masyarakat.
Mekanika merupakan disiplin ilmu eksak
yang banyak menerapkan ilmu-ilmu murni yang diterapkan kepada masalah-masalah
yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mekanika yang berhubungan
dengan bidang-bidang fisika mutlak untuk dikuasai mahasiswa, tidak hanya dari
segi teori juga dari segi prakteknya. Apalagi dalam menghadapi era globalisasi
saat ini, serta pasar bebas yang akan segera kita masuki, lebih menuntut
penguasaan dan penerapannya dalam menghadapi masalah-masalah yang kompleks.
Oleh karena itu, sudah seharusnya
mekanika perlu diketahui, dipelajari, dan dikaji mengenai apa saja hal-hal
dan bahasan dalam mekanika tersebut.
Jadi, dalam makalah ini disajikan
apa saja hal-hal yang di dalamnya membahas tentang topik mekanika dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa saja konsep mekanika dalam kehidupan sehari-hari?
2. Bagaimana aplikasi mekanika dalam berbagai alat berat?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk membahas dan mengkaji
mengenai mekanika dalam fisika,
serta pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari dalam
berbagai alat berat.
BAB II
TEORI DASAR
Mekanika
adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang gerak benda dimana itu merupakan
cabang dari ilmu fisika tertua yang pernah ada yang berhubungan dengan benda.
Benda yang dipelajari dalam ilmu
mekanika ini adalah benda yang bergerak (kinematika dan dinamika) dan benda
yang diam (statika). Bagian dari mekanika adalah kinematika dan dinamika. Bila
kinematika merupakan cabang ilmu yang mempelajari gerak sebuah benda tanpa memperhatikan penyebab dari
gerak benda tersebut, maka dinamika merupakan cabang ilmu yang mempelajari
mengenai gerak suatu benda dengan
memperhatikan serta memperhitungkan penyebab gerak benda tersebut(Giancoli, 2001).
Dalam
kinematika gerak dibahas beberapa konsep mengenai gerak yaitu gerak lurus
beraturan, gerak lurus berubah beraturan, gerak melingkar, gerak parabola, dan
gerak jatuh bebas, serta dibahas pula konsep-konsep mengenai kecepatan,
percepatan, jarak, kedudukan, dan perpindahan. Sedangkan, dalam dinamika gerak
dibahas beberapa konsep mengenai penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari
gerak-gerak tersebut, misalnya hukum newton tentang gerak, energi dan usaha,
impuls dan momentum, gerak pusat massa, dan rotasi(Anonim, 2014).
Mekanika
merupakan masalah yang cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu fisika.
Seperti yang kita ketahui, ilmu fisika adalah sebuah ilmu pasti yang
mempelajari gejala alam yang bisa diamati dan diukur. Begitu juga dengan
mekanika, mekanika merupakan salah satu gejala alam yang bisa diamati dan
diukur. Mekanika sendiri dipisahkan menjadi 2, yaitu mekanika klasik dan
mekanika kuantum.
Dalam mekanika klasik, peran fundamental dimainkan
oleh energi. Energi tersebut juga dibagi menjadi 2 jenis, yaitu energi kinetik
yang timbul dari gerak partikel; dan energi potensial yang timbul dari
interaksi partikel satu sama lain ataupun dengan medan luar (seperti gravitasi)
dan bergantung pada posisi - posisi partikel. Dengan menggunakan mekanika
klasik, seseorang dapat memprediksi posisi yang akan ditempati suatu kelompok
partikel berdasarkan posisinya dan momentumnya yang sekarang jika gaya-gaya di
antara partikel-partikel itu diketahui.
Dalam mekanika kuantum, terdapat suatu pengertian yang
membingungkan. Karena materi dan energi dianggap memiliki sifat ganda sebagai
partikel dan sebagai gelombang. Walaupun harus diakui bahwa sebenarnya mekanika
kuantum merupakan sebuah penemuan besar karena mekanika kuantum dapat secara
tepat memprediksi ukuran, tingkat energi, dan spektra (bentuk jamak dari
spektrum) atom dan ion. Sehingga mekanika kuantum jauh melampaui batasan atom
dan memberikan suatu dasar konseptual yang kuat atas gagasan sederhana tentang
pengikatan seperti yang digunakan dalam model titik elektron Lewis(Tipler, 1998).
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Konsep-Konsep Mekanika dalam
Kehidupan
3.1.1 Kinematika
Kinematika
adalah bidang ilmu fisika yang mempelajari gerak tanpa melihat penyebab gerak.
· Gerak,
Jarak, Kedudukan, dan Perpindahan
Gerak adalah Perubahan kedudukan suatu benda terhadap
benda lainjika kedudukan antara dua benda tersebut berubah satu sama lain. Jarak adalah panjang lintasan
yang ditempuh. Posisi atau kedudukan adalah suatu kondisi vektor yang
merepresentasikan keberadaan satu titik terhadap titik lainnya yang bisa
dijabarkan dengan koordinat kartesius, dengan titik (0,0) adalah titik yang
selain dua titik tersebut namun masih berkolerasi atau salah satu dari dua
titik tersebut. Perpindahan adalah perubahan
posisi atau kedudukan suatu benda dari keadaan awal ke keadaan akhirnya.
·
Kelajuan, Kecepatan, dan Percepatan
Kelajuan adalah besarnya
kecepatan suatu objek. Kelajuan tidak memiliki arah sehingga termasuk besaran
skalar. Kecepatan adalah besaran vektor yang menunjukkan seberapa cepat benda
berpindah. Kecepatan juga bisa berarti kelajuan yang mempunyai arah. Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu.
· Gerak
Lurus Beraturan
Gerak lurus beraturan didefinisikan
sebagai gerak suatu benda dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap artinya baik
besar maupun arahnya tetap. Kecepatan tetap yaitu benda menempuh jarak yang
sama untuk selang waktu yang sama. Karena kecepatan benda tetap, maka kata
kecepatan pada gerak lurus beraturan dapat diganti dengan kata kelajuan. Dengan
demikian, dapat juga kita definisikan, gerak lurus beraturan sebagai gerak
suatu benda pada lintasan lurus dengan kelajuan tetap. Berikut adalah rumus kelajuan tetap pada gerak lurus
beraturan.
dengan:
s = jarak
total yang ditempuh (m)
t = waktu
tempuh yang diperlukan (s)
· Gerak
Lurus Berubah Beraturan
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda dengan lintasan garis
lurus dan memiliki kecepatan setiap saat berubah dengan teratur.
Pada gerak lurus
berubah beraturan gerak benda dapat mengalami percepatan atau perlambatan.
Gerak benda yang mengalami percepatan disebut gerak lurus berubah beraturan
dipercepat, sedangkan gerak yang mengalami perlambatan disebut gerak lurus
berubah beraturan diperlambat.
Suatu benda melakukan gerak lurus berubah beraturan
(GLBB) jika percepatannya selalu konstan. Percepatan merupakan besaran vektor
(besaran yang mempunyai besar dan arah). Percepatan konstan berarti besar dan
arah percepatan selalu konstan setiap saat. Walaupun besar percepatan suatu
benda selalu konstan tetapi jika arah percepatan selalu berubah maka percepatan
benda tidak konstan. Demikian juga sebaliknya jika arah percepatan suatu benda
selalu konstan tetapi besar percepatan selalu berubah maka percepatan benda
tidak konstan.
Karena arah percepatan benda selalu konstan maka benda
pasti bergerak pada lintasan lurus. Arah percepatan konstan = arah kecepatan
konstan = arah gerakan benda konstan = arah gerakan benda tidak berubah = benda
bergerak lurus.Besar percepatan konstan bisa berarti kelajuan bertambah secara
konstan atau kelajuan berkurang secara konstan. Ketika kelajuan benda berkurang
secara konstan, kadang kita menyebutnya sebagai perlambatan konstan. Untuk
gerakan satu dimensi (gerakan pada lintasan lurus), kata percepatan digunakan
ketika arah kecepatan = arah percepatan, sedangkan kata perlambatan digunakan
ketika arah kecepatan dan percepatan berlawanan.
Grafik kecepatan terhadap waktunya adalah seperti
gambar di bawah ini.

Grafik
menunjukkan gerak lurus berubah beraturan karena garis pada grafik lurus yang
menunjukkan bahwa percepatannya tetap.
Rumus GLBB ada 3, yaitu:
|
Keterangan:
|
|
vt = kecepatan akhir atau kecepatan
setelah t sekon (m/s)
|
|
v0 = kecepatan awal (m/s)
|
|
a = percepatan (m/s2)
|
|
t = selang waktu (s)
|
|
s = jarak tempuh (m)
|
·
Gerak Melingkar
Gerak Melingkar adalah gerak suatu benda yang membentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu
benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokkannya
menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat
dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya
suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang
berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk
lingkaran.

Dalam gerak
melingkar ini ada beberapa besaran yang harus diketahui. Besaran-besaran yang
mendeskripsikan suatu gerak melingkar adalah
,
dan
atau berturur-turut berarti sudut, kecepatan
sudut dan percepatan sudut. Besaran-besaran ini bila dianalogikan dengan gerak
linier setara dengan posisi, kecepatan dan percepatan atau dilambangkan
berturut-turut dengan
,
dan
.
|
Besaran gerak lurus dan melingkar
|
|||
|
Gerak lurus
|
Gerak melingkar
|
||
|
Besaran
|
Besaran
|
||
|
poisisi
|
sudut
|
||
|
kecepatan
|
kecepatan sudut
|
||
|
percepatan
|
percepatan sudut
|
||
|
-
|
-
|
perioda
|
|
|
-
|
-
|
radius
|
|
Seperti
halnya kembarannya dalam gerak linier, besaran-besaran gerak melingkar pun
memiliki hubungan satu sama lain melalui proses integrasi dan diferensiasi.
Antara
besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui
khusus untuk komponen tangensial, yaitu
Perhatikan
bahwa di sini digunakan
yang didefinisikan
sebagai jarak yang ditempuh atau tali busur yang telah dilewati dalam suatu
selang waktu dan bukan hanya posisi pada suatu saat, yaitu
untuk suatu
selang waktu kecil atau sudut yang sempit.
Gerak
melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan
sudutnya
, yaitu gerak
melingkar beraturan dan gerak melingkar berubah beraturan.
Gerak
Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar kecepatan sudut
tetap. Besar
Kecepatan sudut diperolah dengan membagi kecepatan tangensial
dengan jari-jari
lintasan 
Arah
kecepatan linier
dalam GMB selalu
menyinggung lintasan, yang berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial
. Tetapnya nilai
kecepatan
akibat konsekuensi dar
tetapnya nilai
. Selain itu
terdapat pula percepatan radial
yang besarnya tetap
dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan
sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.
Bila
adalah waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan satu putaran penuh dalam lintasan lingkaran
, maka
dapat pula dituliskan
Kinematika gerak
melingkar beraturan adalah
dengan
adalah sudut yang dilalui pada suatu saat
,
adalah sudut
mula-mula dan
adalah kecepatan sudut (yang tetap nilainya).
Gerak
Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan percepatan
sudut
tetap. Dalam gerak
ini terdapat percepatan tangensial
(yang dalam hal ini
sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit
dengan arah kecepatan tangensial
).
Kinematika GMBB
adalah
dengan
adalah percepatan sudut yang bernilai tetap
dan
adalah kecepatan
sudut mula-mula.
Gerak
melingkar dapat pula dinyatakan dalam persamaan parametrik dengan terlebih
dahulu mendefinisikan:
- titik
awal gerakan dilakukan 
- kecepatan
sudut putaran
(yang berarti suatu
GMB)
- pusat
lingkaran
, untuk kemudian
dibuat persamaannya.
Hal pertama yang harus dilakukan
adalah menghitung jari-jari lintasan
yang diperoleh melalui:
Setelah
diperoleh nilai jari-jari lintasan, persamaan dapat segera dituliskan, yaitu
dengan dua
konstanta
dan
yang masih harus ditentukan nilainya. Dengan
persyaratan sebelumnya, yaitu diketahuinya nilai
, maka dapat
ditentukan nilai
dan
:
Perlu diketahui
bahwa sebenarnya
karena merupakan
sudut awal gerak melingkar.
Dengan
menggunakan persamaan parametrik, telah dibatasi bahwa besaran
linier yang
digunakan hanyalah besaran tangensial atau hanya komponen vektor pada arah
angular, yang berarti tidak ada komponen vektor dalam arah radial. Dengan
batasan ini hubungan antara besaran linier (tangensial) dan angular dapat
dengan mudah diturunkan.
Kecepatan linier
total dapat diperoleh melalui
dan karena
batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka
dengan
diperoleh
sehingga
Dengan cara
yang sama dengan sebelumnya, percepatan linier total dapat diperoleh melalui
dan
karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka
dengan
diperoleh
sehingga
Persamaan
parametrik dapat pula digunakan apabila gerak melingkar merupakan GMBB, atau
bukan lagi GMB dengan terdapatnya kecepatan sudut yang berubah beraturan (atau
adanya percepatan sudut). Langkah-langkah yang sama dapat dilakukan, akan
tetapi perlu diingat bahwa
dengan
percepatan sudut dan
kecepatan
sudut mula-mula. Penurunan GMBB ini akan menjadi sedikit lebih rumit
dibandingkan pada kasus GMB di atas.
Persamaan
parametrik di atas, dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih umum, yaitu:
di
mana
adalah
sudut yang dilampaui dalam suatu kurun waktu. Seperti telah disebutkan di atas
mengenai hubungan antara
,
dan
melalui
proses integrasi dan diferensiasi, maka dalam kasus GMBB hubungan-hubungan
tersebut mutlak diperlukan.
Dengan menggunakan aturan rantai
dalam melakukan diferensiasi posisi dari persamaan parametrik terhadap waktu diperoleh
dengan
Dapat dibuktikan bahwa
sama dengan kasus pada GMB.
Gerak melingkar
dapat dipandang sebagai gerak berubah beraturan. Bedakan dengan gerak lurus
berubah beraturan (GLBB). Konsep kecepatan yang berubah kadang hanya dipahami
dalam perubahan besarnya, dalam gerak melingkar beraturan (GMB) besarnya
kecepatan adalah tetap, akan tetapi arahnya yang berubah dengan beraturan,
bandingkan dengan GLBB yang arahnya tetap akan tetapi besarnya kecepatan yang
berubah beraturan.
· Gerak
Parabola
Gerak peluru
atau parabola merupakan suatu jenis gerakan benda yang pada awalnya diberi
kecepatan awal lalu menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh
gravitasi.
Dalam
kehidupan sehari-hari terdapat beberapa jenis gerak parabola. Pertama, gerakan
benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dengan sudut teta
terhadap garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Dalam
kehidupan sehari-hari terdapat banyak gerakan benda yang berbentuk demikian.
Beberapa di antaranya adalah gerakan bola yang ditendang oleh pemain sepak
bola, gerakan bola basket yang dilemparkan ke ke dalam keranjang, gerakan bola
tenis, gerakan bola volly, gerakan lompat jauh dan gerakan peluru atau rudal
yang ditembakan dari permukaan bumi. Kedua, gerakan benda berbentuk parabola
ketika diberikan kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar
horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Beberapa contoh gerakan
jenis ini yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, meliputi gerakan bom
yang dijatuhkan dari pesawat atau benda yang dilemparkan ke bawah dari
ketinggian tertentu.

Ketiga, gerakan benda berbentuk parabola ketika
diberikan kecepatan awal dari ketinggian tertentu dengan sudut teta terhadap
garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah.

Gerak peluru adalah gerak dua
dimensi, di mana melibatkan sumbu horisontal dan vertikal. Jadi gerak parabola
merupakan superposisi atau gabungan dari gerak horisontal dan vertikal. Kita
sebut bidang gerak peluru sebagai bidang koordinat xy, dengan sumbu x
horisontal dan sumbu y vertikal. Percepatan gravitasi hanya bekerja pada arah
vertikal, gravitasi tidak mempengaruhi gerak benda pada arah horisontal.
Percepatan pada komponen x adalah
nol (ingat bahwa gerak peluru hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Pada arah
horisontal atau komponen x, gravitasi tidak bekerja). Percepatan pada komponen
y atau arah vertikal bernilai tetap (g = gravitasi) dan bernilai negatif /-g (percepatan
gravitasi pada gerak vertikal bernilai negatif, karena arah gravitasi selalu ke
bawah alias ke pusat bumi).
Gerak horisontal (sumbu x) kita
analisis dengan Gerak Lurus Beraturan, sedangkan Gerak Vertikal (sumbu y)
dianalisis dengan Gerak Jatuh Bebas.
Untuk memudahkan kita dalam
menganalisis gerak peluru, mari kita tulis kembali persamaan Gerak Lurus
Beraturan (GLB) dan Gerak Jatuh Bebas (GJB).
Gerak ini terdiri dari dua jenis,
yaitu:

Sebelum menganalisis gerak parabola
secara terpisah, terlebih dahulu kita amati komponen Gerak Peluru secara
keseluruhan.
Pertama, gerakan benda setelah
diberikan kecepatan awal dengan sudut teta terhadap garis horisontal.

Kecepatan awal (vo) gerak
benda diwakili oleh v0x dan v0y. v0x merupakan
kecepatan awal pada sumbu x, sedangkan v0y merupakan kecepatan awal
pada sumbu y. vy merupakan komponen kecepatan pada sumbu y dan vx
merupakan komponen kecepatan pada sumbu x. Pada titik tertinggi lintasan gerak
benda, kecepatan pada arah vertikal (vy) sama dengan nol.
Kedua, gerakan benda setelah
diberikan kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar
horisontal.

Kecepatan awal (vo) gerak
benda diwakili oleh v0x dan v0y. v0x merupakan
kecepatan awal pada sumbu x, sedangkan Kecepatan awal pada sumbu vertikal (voy)
= 0. vy merupakan komponen kecepatan pada sumbu y dan vx
merupakan komponen kecepatan pada sumbu x.
Sekarang, diturunkan persamaan untuk
Gerak Peluru. Dinyatakan seluruh hubungan vektor untuk posisi, kecepatan dan percepatan
dengan persamaan terpisah untuk komponen horisontal dan vertikalnya. Gerak
peluru merupakan superposisi atau penggabungan dari dua gerak terpisah tersebut.
Terlebih dahulu dinyatakan kecepatan
awal untuk komponen gerak horisontal v0x dan kecepatan awal untuk
komponen gerak vertikal, v0y.
Catatan : gerak peluru selalu
mempunyai kecepatan awal. Jika tidak ada kecepatan awal maka gerak benda
tersebut bukan termasuk gerak peluru. Walaupun demikian, tidak berarti setiap
gerakan yang mempunyai kecepatan awal termasuk gerak peluru.
Karena terdapat sudut yang dibentuk,
maka harus dimasukan sudut dalam perhitungan kecepatan awal. Mari kita turunkan
persamaan kecepatan awal untuk gerak horisontal (v0x) dan vertikal
(v0y) dengan bantuan rumus Sinus, Cosinus dan Tangen. Dipahami dulu
persamaan sinus, cosinus dan tangen di bawah ini.

Berdasarkan bantuan rumus sinus,
cosinus dan tangen di atas, maka kecepatan awal pada bidang horisontal dan
vertikal dapat kita rumuskan sebagai berikut :
Keterangan : v0
adalah kecepatan awal, v0x adalah kecepatan awal pada sumbu x, v0y
adalah kecepatan awal pada sumbu y, teta adalah sudut yang dibentuk terhadap
sumbu x positip.
Kecepatan dan perpindahan benda pada arah horizontal
Tinjau gerak pada arah horisontal atau
sumbu x. Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, gerak pada sumbu x kita
analisis dengan Gerak Lurus Beraturan (GLB). Karena percepatan gravitasi pada
arah horisontal = 0, maka komponen percepatan ax = 0. Huruf x kita
tulis di belakang a (dan besaran lainnya) untuk menunjukkan bahwa percepatan
(atau kecepatan dan jarak) tersebut termasuk komponen gerak horisontal atau
sumbu x. Pada gerak peluru terdapat kecepatan awal, sehingga kita gantikan v
dengan v0.
Dengan demikian, kita akan
mendapatkan persamaan Gerak Peluru untuk sumbu x :

Keterangan : vx adalah kecepatan gerak
benda pada sumbu x, v0x adalah kecepatan awal pada sumbu x, x adalah
posisi benda, t adalah waktu tempuh, x0 adalah posisi awal. Jika
pada contoh suatu gerak peluru tidak diketahui posisi awal, maka silahkan
melenyapkan x0.
Perpindahan horisontal dan vertical
Tinjau gerak pada arah vertikal atau sumbu y. Untuk
gerak pada sumbu y alias vertikal, kita gantikan x dengan y (atau h = tinggi),
v dengan vy, v0 dengan voy dan a dengan -g (gravitasi).
Dengan demikian, kita dapatkan persamaan Gerak Peluru untuk sumbu y :
Keterangan :
vy adalah kecepatan gerak benda pada sumbu y alias vertikal, v0y
adalah kecepatan awal pada sumbu y, g adalah gravitasi, t adalah waktu tempuh,
y adalah posisi benda (bisa juga ditulis h), y0 adalah posisi awal.
Berdasarkan
persamaan kecepatan awal untuk komponen gerak horisontal v0x dan
kecepatan awal untuk komponen gerak vertikal, v0y yang telah kita
turunkan di atas, maka kita dapat menulis persamaan Gerak Peluru secara lengkap
sebagai berikut :

Pada pokok
bahasan Vektor dan Skalar telah dijelaskan teknik dasar metode analitis. Persamaan
untuk menghitung posisi dan kecepatan resultan dapat dirumuskan sebagai
berikut.

· Gerak
Vertikal
Gerak
Vertikal adalah gerak suatu benda yang dilemparkan vertikal ke bawah atau ke
atas dengan kecepatan awal dan dipengaruhi oleh percepatan. Rumus-rumus gerak
vertikal ke bawah adalah sebagai berikut.
Sedangkan, Rumus-rumus gerak
vertikal ke atas adalah sebagai berikut.
|
Keterangan
:
|
|
h = jarak/perpindahan (m)
|
|
v0 =
kecepatan awal (m/s)
|
|
vt = kecepatan setelah t (m/s)
|
|
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
|
|
t = selang waktu (s)
|
Di titik tertinggi benda, kecepatan
benda adalah nol. Persamaan yang berlaku di titik tertinggi adalah sebagai
berikut.
|
Keterangan:
|
|
tnaik = selang waktu dari titik
pelemparn hingga mencapai titik tertinggi (s)
|
|
v0 =
kecepatan awal (m/s)
|
|
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
|
|
hmaks = jarak yang ditempuh hingga
titik tertinggi (m)
|
Saat mulai turun, persamaannya sama
seperti gerak jatuh bebas. Rumusnya adalah:
Jadi, dapat disimpulkan bahwa waktu
saat naik sama dengan waktu saat turun.
· Gerak
Jatuh Bebas
Gerak jatuh
bebas adalah gerak benda yang jatuh dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal
di sekitar bumi. Gerak jatuh bebas dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Benda-benda
yang jatuh bebas. Rumus ini akurat saat benda dijatuhkan di ruang hampa.
|
Keterangan:
|
|
vt = kecepatan saat t sekon (m/s)
|
|
g = percepatan gravitasi bumi (9,8
m/s2)
|
|
h = jarak yang ditempuh benda (m)
|
|
t = selang waktu (s)
|
3.1.2 Dinamika
· Hukum-Hukum
Newton tentang Gerak
Gaya ialah suatu tarikan atau dorongan yang dapat
menimbulkan perubahan gerak. Dengandemikian jika benda ditarik atau didorong
dan sebagainya maka pada benda bekerja gaya dankeadaan gerak benda dapat
dirubah. Gaya adalah penyebab gerak. Gaya termasuk besaran vektor, karena gaya
ditentukan oleh besar dan arahnya.
-
Hukum I
Newton
Jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja pada sebuah
benda sama dengan nol (
= 0), maka benda tersebut :
o Jika dalam
keadaan diam akan tetap diam
o Jika dalam
keadaan bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.
Keadaan di
atas disebut juga Hukum Kelembaman.
-
Hukum II
Newton
Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja
pada suatu benda berbanding lurus dansearah dengan gaya itu dan berbanding
terbalik dengan massa benda.
a = F/m atau F = m.a
Keterangan :
Gaya (F) = newton (N)
Massa (m) = Kg
Percepatan (a) = m/s2
Ingat bahwa,
massa (m) merupakan besaran skalar di mana besarnya di sembarang tempat untuk
suatu benda yang sama selalu tetap. Sedangkan, berat (w) merupakan besaran
vektor di mana besarnya tergantung pada tempatnya (percepatangrafitasi pada
tempat benda berada ).
-
Hukum III Newton
Bila sebuah benda A melakukan gaya pada benda B, maka
benda juga akan melakukan gaya pada benda A yang besarnya sama tetapi
berlawanan arah. Gaya yang dilakukan A pada B disebut gaya aksi. Gaya yang
dilakukan B pada A disebut gaya reaksi.
maka ditulis : Faksi
= - Freaksi
Hukum Newton III disebut juga Hukum Aksi-Reaksi.
· Energi
dan Usaha
Energi (disebut juga tenaga) adalah kemampuan untuk
melakukan usaha. Energi mempunyai berbagai benntuk. Bentuk-Bentuk Energi yaitu
sebagai berikut.
-
Energi-Mekanik
Benda yang bergerak atau memiliki kemampuan untuk bergerak, memiliki energi mekanik. Air terjun yang berada di puncak tebing memiliki energi mekanik yang cukup besar, demikian juga dengan angin.
Benda yang bergerak atau memiliki kemampuan untuk bergerak, memiliki energi mekanik. Air terjun yang berada di puncak tebing memiliki energi mekanik yang cukup besar, demikian juga dengan angin.
-
Energi Bunyi
Energi bunyi adalaj energi yang dihasilkan oleh
getaran partikel-partikel udara disekitar sebuah sumber bunyi. Contoh : Ketika
radio atau televisi beroperasi, pengeras suara secara nyata menggerakkan udara
didepannya. Caranya dengan menyebabkan partikel-partikel udara itu bergetar.
Energi dari getaran partikel-partikel udara ini sampai ditelinga, sehingga kamu
dapat mendengar.
-
Energi kalor
Energi kalor adalah energi yang dihasilkan oleh gerak
internal partikel-partikel dalam suatu zat. Contoh : apabila kedua tanganmu
digosok-gosokkan selam beberapa detik maka tanganmu akan terasa panas. Umumnya
energi kalor dihasilkan dari gesekan. Energi kalor menyebabkan perubahan suhu
dan perubahan wujud.
-
Energi Cahaya
Energi Cahaya adalah energi yang dihasilkan oleh
radiasi gelombang elektromagnetik
-
Energi Listrik
Energi Listrik adalah energi yang dihasilkan oleh
muatan listrik yang bergerak melalui kabel.
-
Energi Nuklir
Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan oleh
reaksi inti dari bahan radioaktif. Ada dua jenis energi nuklir yaitu energi
nuklir fisi dan fusi. Energi nuklir fisi terjadi pada reaktor atom PLTN. Ketika
suatu inti berat (misal uranium) membelah (fisi), energi nuklir cukup besar
dibebaskan dalam bentuk energi kalor dan energi cahaya. Energi nuklir juga
dibebaskan ketika inti-inti ringan (misalnya hidrogen) bertumbukan pada
kelajuan tinggi dan bergabung (fusi). Energi matahari dihasilkan dari suatu
reaksi niklir fusi dimana inti-inti hidrogen bergabung membentuk inti helium.
-
Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi yang berkaitan dengan
gerak atau kemampuan untuk bergerak. Ada dua macam energi mekanik yaitu ; energi
kinetik dan energi potensial.
a. Energi kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda
karena geraknya atau kelajuannya. Energi kinetik dirumuskan :
Dengan, EK =
energi kinetik (joule atau J), m
= massa (kg), v = kelajuan (m/s)
b. Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh
benda karena posisinya. Energi potensial dapat dirumuskan:
Dengan, EP =
energi potensial gravitasi (joule
atau J), m = massa (kg), g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2), h = ketinggian benda dari acuan (m).
Jika sebuah benda menempuh jarak sejauh S akibat gaya
F yang bekerja pada benda tersebut maka dikatakan gaya itu melakukan usaha, dimana
arah gaya F harus sejajar dengan arah jarak tempuh S.
Usaha adalah hasil kali (dot product) antara gaya den jarak yang ditempuh.
Usaha adalah hasil kali (dot product) antara gaya den jarak yang ditempuh.
W = F s = |F| |s| cos q
q = sudut
antara F dan arah gerak
Satuan
usaha/energi : 1 Nm = 1 Joule
= 107 erg
Dimensi
usaha energi: W = E = ML2T-2
Energi
dan usaha merupakan besaran skalar.
Beberapa jenis energi di antaranya
adalah:
1. Energi
Kinetik (Ek)
Ek trans = 1/2 m v2
Ek trans = 1/2 m v2
Ek rot = 1/2 I w2
keterangan :
keterangan :
m = massa
v = kecepatan
I = momen inersia
w = kecepatan sudut
v = kecepatan
I = momen inersia
w = kecepatan sudut
2. Energi Potensial (Ep)
Ep = m g h
keterangan :
Ep = m g h
keterangan :
h = tinggi benda terhadap tanah
3. Energi Mekanik (EM)
EM = Ek + Ep
Nilai EM selalu tetap/sama pada setiap
titik di dalam lintasan suatu benda.
Ek + Ep = EM = tetap
Ek1 + Ep1 = Ek2 + Ep2
4.
Energi Potensial Pegas (Ep)
Ep = 1/2 k Dx2 = 1/2 Fp
Dx
Fp = - k Dx
Keterangan :
Dx = regangan pegas
k = konstanta pegas
Fp = gaya pegas
k = konstanta pegas
Fp = gaya pegas
Tanda minus (-) menyatakan bahwa arah gaya Fp
berlawanan arah dengan arah regangan x. 2
buah pegas dengan konstanta K1 dan K2 disusun secara seri
dan paralel:
|
Seri
|
paralel
|
|
|
|
Ktot = K1 + K2
|
Energi Potensial Gravitasi
Energi potensial ini berpotensi
untuk melakukan usaha dengan cara mengubah ketinggian. Semakin tinggi kedudukan
suatu benda dari bidang acuan, semakinbesar pula energi potensial gravitasinya.
Usaha untuk mengangkat benda setinggi h adalah
W = Fs = mgh
Dengan demikian, pada ketinggian h
benda mamiliki energy potensial gravitasi, yaitu kemampuan untuk melakukan
usaha sebesar W = mgh. Jadi, energy potensial gravitasi dapat dirumuskan
sebagai
EP = mgh
Dengan,
EP = energy potensial gravitasi (Joule)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = ketinggian benda dari bidang acuan (m)
Kekekalan Energi
Bunyi hukum kekekalan energi, Energi
tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari
satu bentuk ke bentuk energi lain.
Emekanik = EK
+EP
Emekanik = konstan (kekal), selama tidak ada
gaya dari luar.
Usaha
Dalam fisika, usaha berkaitan dengan
suatu perubahan. Karena gaya dapat menghasilkan perubahan. Apabila gaya bekerja
pada benda yang diam, benda tersebut bisa berubah posisinya. Sedangkan bila
gaya bekerja pada benda yang bergerak, benda tersebut bisa berubah
kecepatannya. Usaha yang dilakukan oleh suatu gaya adalah hasil kali antara
komponen gaya yang segaris dengan perpindahan dengan besarnya perpindahan.
Usaha juga bisa didefinisikan sebagai suatu besaran scalar yang di akibatkan
oleh gaya yang bekerja sepanjang lintasan.
Apabila gaya
disimbolkan dengan F dan perpindahan dengan s, secara matematis usaha
dituliskan dalam persamaan berikut: W = F
s dengan :
W = usaha (J)
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)
Usaha memiliki satuan yang sama dengan energi, yaitu joule. Dengan ketentuan bahwa 1 joule sama dengan besar usaha yang dilakukan oleh gaya sebesar 1 N dengan perpindahan 1 m.
W = usaha (J)
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)
Usaha memiliki satuan yang sama dengan energi, yaitu joule. Dengan ketentuan bahwa 1 joule sama dengan besar usaha yang dilakukan oleh gaya sebesar 1 N dengan perpindahan 1 m.
Secara
matematis gaya tersebut dapat ditulis sebagai berikut: F = m g
Karena perpindahan benda ke arah vertikal sama dengan ketinggian benda (h), usaha yang dilakukan terhadap benda tersebut sebagai berikut.
W = F s
W = m g h
Karena perpindahan benda ke arah vertikal sama dengan ketinggian benda (h), usaha yang dilakukan terhadap benda tersebut sebagai berikut.
W = F s
W = m g h
dengan:
W = usaha (J)
m = massa (kg)
g = percepatan gravitasi (N/kg)
h = perpindahan atau ketinggian (m)
W = usaha (J)
m = massa (kg)
g = percepatan gravitasi (N/kg)
h = perpindahan atau ketinggian (m)
Hubungan
antara Usaha dan Energi
Definisi
tersebut menunjukkan bahwa usaha memiliki kaitan yang erat dengan energi. Jadi,
dapat disimpulkan bahwa ketika gaya melakukan usaha pada sebuah benda maka akan
terjadi perubahan energi pada benda tersebut. Usaha yang dilakukan pada sebuah
benda yang bergerak horisontal menyebabkan perubahan energi kinetik. Dengan
demikian, besarnya usaha sama dengan perubahan energi kinetik benda. Secara
matematis ditulis sebagai berikut.
W = Δ Ek
W = Ek2 – Ek1
W = Ek2 – Ek1
dengan W =
usaha (J), Ek = perubahan energi kinetik (J), Ek2 =
energi kinetik akhir (J), Ek1 = energi kinetik awal (J).
Usaha yang
dilakukan oleh gaya gravitasi bumi (benda yang bergerak vertikal) sama dengan
perubahan energi potensial gravitasi. Secara matematis ditulis sebagai berikut.
W = Δ Ep
W = Ep2 – Ep1
W = m g (h2 – h1)
W = Ep2 – Ep1
W = m g (h2 – h1)
dengan W =
usaha (J), ΔEp = perubahan energi potensial (J), Ep1 = energi potensial awal
(J), danEp2 = energi potensial akhir (J).
· Momentum
dan Impuls
Momentum
Momentum adalah hasil kali antara massa dan kecepatan.
Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut
P = m.v
Dengan : P =
momentum(kg.m/s), M=massa(kg), dan V=kecepatan(m/s)
Jadi, momentum adalah besaran yang dimiliki oleh
sebuah benda atau partikel yang bergerak.
Impuls
Impuls adalah peristiwa gaya yang bekerja
pada benda dalam waktu hanya sesaat. Atau Impuls adalah peristiwa bekerjanya gaya dalam waktu yang sangat singkat. Contoh dari
kejadian impuls adalah: peristiwa seperti bola ditendang, bola tenis dipukul
karena pada saat tendangan dan pukulan, gaya yang bekerja sangat singkat.
I=F.Δt
Dengan : I= impuls, F = gaya (N), dan Δt=selang waktu(s)
· Kesetimbangan
Benda Tegar
Kesetimbangan
adalah suatu kondisi benda dengan resultan gaya dan resultan momen gaya sama
dengan nol.
Kesetimbangan
biasa terjadi pada :
1. Benda yang diam (statik),
contoh : semua bangunan gedung, jembatan, pelabuhan, dan lain-lain.
contoh : semua bangunan gedung, jembatan, pelabuhan, dan lain-lain.
2. Benda yang bergerak
lurus beraturan (dinamik),
contoh : gerak meteor di ruang hampa, gerak kereta api di kota, dll.
contoh : gerak meteor di ruang hampa, gerak kereta api di kota, dll.
Benda tegar adalah benda yang tidak berubah bentuknya karena pengaruh gaya dari luar.
Kesetimbangan
benda tegar dibedakan menjadi dua
yaitu kesetimbangan partikel dan benda tegar.
Partikel
adalah benda yang ukurannya dapat diabaikan dan hanya mengalami gerak translasi
(tidak mengalami gerak rotasi).
Syarat
kesetimbangan partikel :
F = 0 dengan Fx = 0 (sumbu X) Fy = 0 (sumbu Y)
F = 0 dengan Fx = 0 (sumbu X) Fy = 0 (sumbu Y)
Syarat
kesetimbangan benda:
Fx = 0, Fy = 0, Torsi ( dalam
hal ini saya tulis t ) = 0
Momen gaya merupakan besaran vektor yang nilainya sama dengan hasil kali antara gaya dengan jarak dari titik poros arah tegak lurus garis kerja gaya.
Dirumuskan:
t = F . d
Putaran
momen gaya yang searah dengan putaran jarum jam disebut momen gaya negatif,
sedang yang berlawanan putaran jarum jam disebut momen gaya postif. ( ini
hanya kesepakatan , mungkin buku lain berbeda )
Momen
kopel adalah momen gaya yang diakibatkan pasangan dua gaya yang sama besarnya dan arahnya berlawanan tetapi tidak
segaris kerja. Benda
yang dikenai momen kopel akan bergerak rotasi terus menerus.
Titik berat
adalah titik pusat atau titik tangkap gaya
berat dari suatu benda atau sistem benda. Titik berat menurut bentuk benda
dibedakan menjadi 3 antara lain:
a. Benda berbentuk garis/kurva,
contoh : kabel, lidi, benang, sedotan, dan lain-lain.
b. Benda berbentuk bidang/luasan,
contoh : kertas, karton, triplek, kaca, penggaris, dan lain-lain.
c. Benda berbentuk bangunan/ruang,
contoh : kubus, balok, bola, kerucut, tabung, dan lain-lain
a. Benda berbentuk partikel massa
Apabila
sistem benda terdiri dari beberapa benda partikel titik digabung menjadi satu,
maka koordinat titik beratnya dirumuskan:
Jadi zo
(Xo,Yo)
b. Benda berbentuk garis/kurva
Daftar
titik beberapa benda berbentuk garis dapat dilihat dalam lampiran. Apabila
sistem benda terdiri dari beberapa benda garis digabung menjadi satu, maka
koordinat titik beratnya dirumuskan:
Jadi zo
(Xo,Yo)
c. Benda berbentuk bidang/luasan
Daftar
titik berat berbagai macam bidang beraturan dan bidang selimut benda dapat
dilihat dalam lampiran. Apabila sistem benda terdiri dari bidang gabungan, maka
koordinat titik beratnya dirumuskan:
Jadi zo
(Xo,Yo)
d. Benda berbentuk volume/ruang
(homogen)
Daftar
titik berat berbagai macam benda ruang beraturan dapat dilihat dalam lampiran.
Apabila sistem benda terdiri dari bidang gabungan benda, maka koordinat titik
beratnya dirumuskan:
Bila terbuat dari bahan-bahan yang sama
(homogen)
Jadi zo
(Xo,Yo)
e. Bila terbuat dari bahan-bahan
yang berbeda (heterogen)
Jadi zo
(Xo,Yo)
· Gerak
Rotasi Benda Tegar
Ada dua jenis gerak rotasi benda
tegar, yaitu gerak rotasi benda tegar sekitar sumbu tetap (fixed
axis) dan rotasi benda tegar sekitar sumbu bergerak. Contoh rotasi sekitar
sumbu tetap adalah gerak rotasi compact disk (CD) dalam sebuah CD player.
Contoh rotasi benda tegar disekitar sumbu bergerak adalah bola bowling yang
menggelinding pada lintasan bowling. Untuk gerak rotasi benda tegar sekitar
sumbu tetap dapat ditentukan beberapa besaran fisika yang terkait dengannya.
Pertama, posisi sudut sebuah benda tegar yang berotasi. Posisi sudut tersebut
dapat dinyatakan dengan persamaan:
ϴ = s / r (radian)
di mana s adalah panjang segmen lingkaran yang disapu jari-jari r.
Besaran fisika lainnya adalah perpindahan sudut, kecepatan sudut,
percepatan sudut, dan energi kinetik. Perpindahan sudut dari sebuah benda
yang berotasi dapat pula diartikan sebagai besar sudut yang ditempuh oleh benda
tegar yang berotasi tersebut. Secara matematik, perpindahan sudut (sudut
tempuh) adalah;
Δϴ = ϴ2 - ϴ1,
Nilai Δϴ
positif jika arah
rotasi berlawanan arah putaran jarum jam, dan bernilai negatif jika arah rotasi
searah putaran jarum jam. Kecepatan sudut adalah perpindahan sudut per detik,
sehingga secara matematik kecepatan
sudut
rata-rata dapat dinyatakan oleh persamaan:
ω = Δϴ /
Δt (radian/detik).
Sedangkan kecepatan sudut sesaat dapat dinyatakan oleh persamaan turunan perpindahan sudut (Δϴ) terhadap waktu (t), yaitu:
Sedangkan kecepatan sudut sesaat dapat dinyatakan oleh persamaan turunan perpindahan sudut (Δϴ) terhadap waktu (t), yaitu:
ω =
dϴ / dt
Besaran fisika lainnya
adalah percepatan sudut. Percepatan sudut adalah pertambahan kecepatan sudut
per detik, sehingga secara matematik, percepatan sudut rata-rata dapat
dinyatakan oleh persamaan:
α = Δω /
Δt,
Besaran
dan percepatan sudut sesaat dinyatakan oleh persamaan turunan kecepatan sudut
terhadap waktu (t), yaitu:
α = dω /
dt = d2ω / d2t
Besaran
fisika terakhir yang terkait dengan gerak rotasi benda tegar adalah energi
kinetik. Nilai energi kinetik dari sebuah benda tegar yang berotasi ekivalen
dengan nilai energi kinetik gerak transalasi, yaitu:
Ek
= ½ Iω2,
dimana I
adalah momen inersia benda tegar relatif terhadap sebuah sumbu putar, dan (ω) adalah
kecepatan sudut benda tegar. Dalam hal ini jika kita bandingkan dengan bentuk
persamaan energi kinetik untuk gerak translasi, maka kita dapat melihat bahwa I
analog dengan massa benda (m) dan (ω) dengan kecepatan benda (v).
Namun,
ekivalensi bentuk persamaan energi kinetik gerak rotasi dengan bentuk persamaan
energi kinetik gerak translasi tidaklah berjalan secara mulus, sebab dalam hal
ini nilai momen inersia (I) bergantung kepada letak sumbu putar. Sedangkan
gerak translasi, nilai m dari sebuah benda selalu tetap.
Perpindahan sudut yang kecil,
kecepatan sudut, dan percepatan sudut adalah besaran vektor, sedangkan
perpindahan sudut yang besar dan energi kinetik adalah besaran skalar. Satu hal
yang menarik adalah perpindahan sudut. Apabila nilai perpindahan sudut itu
kecil, maka perpindahan sudut ini dapat diperlakukan sebagai vektor, tetapi apabila
nila perpindahan sudut itu besar, maka perpindahan sudut itu merupakan besaran
skalar. Jadi, khusus untuk perpindahan sudut, ia dapat berupa vektor dan juga
dapat berupa skalar bergantung pada nilai perpindahan sudut itu sendiri.
3.2 Aplikasi Mekanika dalam Berbagai
Alat Berat
3.2.1 Alat Bangunan
Peranan mekanika dalam hal ini adalah adanya
aplikasi konsep-konsep yang dipakai dalam dunia arsitektur khususnya dalam
pengoperasian alat-alat bangunan.
1.
Eksavator
Merupakan
alat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sebagai teknologi yang
berfungsi penting dalam suatu pembangunan, karena fungsi dasarnya sebagai
teknologi pengolah tanah atau lahan.

Dalam
teknologi ini banyak sekali konsep-konsep mekanika baik kinematika maupun
dinamika yang teraplikasi dalam pengoperasiannya.
2. Tower Crane

Adalah
alat yang digunakan dalam pembuatan proyek skala besar (mega project). Dalam pemanfaatan alat ini tentunya tidak terlepas
dari kaitannya dengan apa yang dikaji dalam mekanika yaitu adanya unsur
konsep kesetimbangan, rotasi, dan gerak
melingkar.
3.2.2 Alat Mekanis atau Mesin
Dalam hal ini, adanya aplikasi konsep-konsep mekanika
gerak baik dari konsep-konsep kinematika maupun dinamika yang telah dijelaskan
secara rinci di atas sehingga diciptakan dan dikembangkannya alat-alat atau
teknologi-teknologi modern yang berkembang di dunia industri.


Bahkan,
pengembangan ini sudah sangat maju dalam penerapannya di bidang pertanian dan
bidang lainnya dengan pengaplikasian yang sama pula.
Yang dominan dari teknologi industri ini adalah banyak
menerapkan konsep-konsep mekanika yang sangat rumit dan kompleks, serta banyak
pengembangan atau penurunan dari konsep-konsep sistem dinamika gerak.
3.2.3 Alat Elektronik
Dalam pengaplikasian di bidang ini, satelit
menjadi pokok bahasan utama karena satelit merupakan teknologi yang sangat
besar pengaruhnya terhadap kelancaran alat-alat telekomunikasi di bumi. Disini,
konsep-konsep yang tertuang dari mekanika itu sendiri adalah mengenai
gravitasi, rotasi, gaya, dan lain-lain.

BAB IV
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini
bahwa :
Ø Mekanika adalah cabang ilmu fisika yang terdiri dari
kinematika dan dinamika. Dalam kinematika dibahas mengenai gerak tanpa
memperhatikan penyebab terjadinya gerak, antara lain : kelajuan, kecepatan,
percepatan, jarak, kedudukan, perpindahan, gerak lurus beraturan, gerak lurus
berubah beraturan, gerak melingkar, gerak parabola, gerak vertical, dan gerak
jatuh bebas.
Ø Sedangkan, dalam dinamika membahas gerak yang juga
memperhatikan sebab-sebab terjadinya gerak, antara lain : hukum Newton tentang
gerak, energy dan usaha, impuls dan momentum, kesetimbangan benda tegar, dan
rotasi benda tegar.
Ø Banyak konsep-konsep dari mekanika yang dapat
diaplikasikan di kehidupan sehari-hari dalam alat-alat berat.
DAFTAR PUSTAKA
Said. L, M. 2007. Fisika Dasar I.
Makassar : UIN press.
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika
Jilid I (terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan), Jakarta: Penerbit Erlangga.
Tipler, P.A. 1998. Fisika
untuk Sains dan Teknik–Jilid I (terjemahan), Jakarta: Penebit Erlangga.
http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/07/pengertian-kinematika-dan-dinamika.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar