Senin, 01 Desember 2014









Aplikasi Ilmu Mekanika di Kehidupan Sehari-Hari dalam Berbagai Alat Berat


Disusun oleh

Abdurrois                     (1417031003)
Agus Widodo               (1417031005)
Alvin Yuanda               (1417031007)
Budi Utomo                 (1417031031)
Dracjat Indrawan         (1417031043)
Rahmad Riyanto          (1417031095)
Redi                              (1417031099)

unila.jpg








JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN 2014



KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis  ucapkan  kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas yang disampaikan oleh bapak Agus Riyanto, S.Si., M.Si  pada mata kuliah Sains Dasar Fisika.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan masukan dan bahan kajian pada tugas ini.

Akhir kata, Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, akan  tetapi sedikit harapan semoga makalah yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.


Bandar Lampung, 12 November 2014



Penulis










DAFTAR ISI

                                                                                                                      Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................    ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................    iii
BAB I       PENDAHULUAN …………………………………………………………… 1
1.1     Latar Belakang …………………………………………………...    1
1.2     Rumusan Masalah ………………………………………………..    2
1.3     Tujuan ……………………………………………………………    2
BAB II     TEORI  DASAR  ……………………………………………………………... 3
BAB III    PEMBAHASAN ……………………………………………………...     5
3.1     Konsep-Konsep Mekanika dalam Kehidupan …..….……………    5
3.2     Aplikasi Mekanika dalam Berbagai Alat Berat ……………….....    38
BAB IV   KESIMPULAN  …………………………………………..…………..     40
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….    41



BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu fisika, dimulai dari hal yang ada pada diri kita sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap saat, energi yang kita gunakan setiap hari sampai pada sesuatu yang berada di luar diri kita, seperti hal yang ada di lingkungan kita.

Dalam jenjang perguruan tinggi, seorang mahasiswa diharapkan tidak hanya mengikuti perkuliahan dengan baik, namun lebih dari itu, mahasiswa juga dituntut untuk mendalami dan menguasai disiplin ilmu yang dipelajarinya sehingga mahasiswa akan menjadi sarjana-sarjana yang berkualitas, dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata di masyarakat.

Mekanika merupakan disiplin ilmu eksak yang banyak menerapkan ilmu-ilmu murni yang diterapkan kepada masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mekanika yang berhubungan dengan bidang-bidang fisika mutlak untuk dikuasai mahasiswa, tidak hanya dari segi teori juga dari segi prakteknya. Apalagi dalam menghadapi era globalisasi saat ini, serta pasar bebas yang akan segera kita masuki, lebih menuntut penguasaan dan penerapannya dalam menghadapi masalah-masalah yang kompleks.

Oleh karena itu, sudah seharusnya mekanika perlu diketahui, dipelajari, dan dikaji mengenai apa saja hal-hal dan  bahasan dalam mekanika tersebut.

Jadi, dalam makalah ini disajikan apa saja hal-hal yang di dalamnya membahas tentang topik mekanika dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
1.2   Rumusan Masalah
1.   Apa saja konsep mekanika dalam kehidupan sehari-hari?
2.   Bagaimana aplikasi mekanika dalam berbagai alat berat?

1.3  Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk membahas dan mengkaji mengenai mekanika dalam fisika, serta pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari dalam berbagai alat berat.






BAB II
TEORI DASAR

Mekanika adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang gerak benda dimana itu merupakan cabang dari ilmu fisika tertua yang pernah ada yang berhubungan dengan benda. Benda yang dipelajari dalam  ilmu mekanika ini adalah benda yang bergerak (kinematika dan dinamika) dan benda yang diam (statika). Bagian dari mekanika adalah kinematika dan dinamika. Bila kinematika merupakan cabang ilmu yang mempelajari gerak sebuah   benda tanpa memperhatikan penyebab dari gerak benda tersebut, maka dinamika merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai gerak suatu benda dengan  memperhatikan serta memperhitungkan penyebab gerak benda tersebut(Giancoli, 2001). 
Dalam kinematika gerak dibahas beberapa konsep mengenai gerak yaitu gerak lurus beraturan, gerak lurus berubah beraturan, gerak melingkar, gerak parabola, dan gerak jatuh bebas, serta dibahas pula konsep-konsep mengenai kecepatan, percepatan, jarak, kedudukan, dan perpindahan. Sedangkan, dalam dinamika gerak dibahas beberapa konsep mengenai penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari gerak-gerak tersebut, misalnya hukum newton tentang gerak, energi dan usaha, impuls dan momentum, gerak pusat massa, dan rotasi(Anonim, 2014).  
Mekanika merupakan masalah yang cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu fisika. Seperti yang kita ketahui, ilmu fisika adalah sebuah ilmu pasti yang mempelajari gejala alam yang bisa diamati dan diukur. Begitu juga dengan mekanika, mekanika merupakan salah satu gejala alam yang bisa diamati dan diukur. Mekanika sendiri dipisahkan menjadi 2, yaitu mekanika klasik dan mekanika kuantum. 
Dalam mekanika klasik, peran fundamental dimainkan oleh energi. Energi tersebut juga dibagi menjadi 2 jenis, yaitu energi kinetik yang timbul dari gerak partikel; dan energi potensial yang timbul dari interaksi partikel satu sama lain ataupun dengan medan luar (seperti gravitasi) dan bergantung pada posisi - posisi partikel. Dengan menggunakan mekanika klasik, seseorang dapat memprediksi posisi yang akan ditempati suatu kelompok partikel berdasarkan posisinya dan momentumnya yang sekarang jika gaya-gaya di antara partikel-partikel itu diketahui.

Dalam mekanika kuantum, terdapat suatu pengertian yang membingungkan. Karena materi dan energi dianggap memiliki sifat ganda sebagai partikel dan sebagai gelombang. Walaupun harus diakui bahwa sebenarnya mekanika kuantum merupakan sebuah penemuan besar karena mekanika kuantum dapat secara tepat memprediksi ukuran, tingkat energi, dan spektra (bentuk jamak dari spektrum) atom dan ion. Sehingga mekanika kuantum jauh melampaui batasan atom dan memberikan suatu dasar konseptual yang kuat atas gagasan sederhana tentang pengikatan seperti yang digunakan dalam model titik elektron Lewis(Tipler, 1998).

























BAB III
PEMBAHASAN
           
3.1   Konsep-Konsep Mekanika dalam Kehidupan

3.1.1   Kinematika
           Kinematika adalah bidang ilmu fisika yang mempelajari gerak tanpa melihat penyebab gerak.

·      Gerak, Jarak, Kedudukan, dan Perpindahan
Gerak adalah Perubahan kedudukan suatu benda terhadap benda lainjika kedudukan antara dua benda tersebut berubah satu sama lain. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh. Posisi atau kedudukan adalah suatu kondisi vektor yang merepresentasikan keberadaan satu titik terhadap titik lainnya yang bisa dijabarkan dengan koordinat kartesius, dengan titik (0,0) adalah titik yang selain dua titik tersebut namun masih berkolerasi atau salah satu dari dua titik tersebut.  Perpindahan adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda dari keadaan awal ke keadaan akhirnya.

·      Kelajuan, Kecepatan, dan Percepatan
Kelajuan adalah besarnya kecepatan suatu objek. Kelajuan tidak memiliki arah sehingga termasuk besaran skalar. Kecepatan adalah besaran vektor yang menunjukkan seberapa cepat benda berpindah. Kecepatan juga bisa berarti kelajuan yang mempunyai arah.  Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu. 

·      Gerak Lurus Beraturan
Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap artinya baik besar maupun arahnya tetap. Kecepatan tetap yaitu benda menempuh jarak yang sama untuk selang waktu yang sama. Karena kecepatan benda tetap, maka kata kecepatan pada gerak lurus beraturan dapat diganti dengan kata kelajuan. Dengan demikian, dapat juga kita definisikan, gerak lurus beraturan sebagai gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kelajuan tetap. Berikut adalah rumus kelajuan tetap pada gerak lurus beraturan.
 =
dengan:
 = laju rata-rata (m/s)
s = jarak total yang ditempuh (m)
t = waktu tempuh yang diperlukan (s)

·      Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan setiap saat berubah dengan teratur.
Pada gerak lurus berubah beraturan gerak benda dapat mengalami percepatan atau perlambatan. Gerak benda yang mengalami percepatan disebut gerak lurus berubah beraturan dipercepat, sedangkan gerak yang mengalami perlambatan disebut gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Suatu benda melakukan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) jika percepatannya selalu konstan. Percepatan merupakan besaran vektor (besaran yang mempunyai besar dan arah). Percepatan konstan berarti besar dan arah percepatan selalu konstan setiap saat. Walaupun besar percepatan suatu benda selalu konstan tetapi jika arah percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan. Demikian juga sebaliknya jika arah percepatan suatu benda selalu konstan tetapi besar percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan.
Karena arah percepatan benda selalu konstan maka benda pasti bergerak pada lintasan lurus. Arah percepatan konstan = arah kecepatan konstan = arah gerakan benda konstan = arah gerakan benda tidak berubah = benda bergerak lurus.Besar percepatan konstan bisa berarti kelajuan bertambah secara konstan atau kelajuan berkurang secara konstan. Ketika kelajuan benda berkurang secara konstan, kadang kita menyebutnya sebagai perlambatan konstan. Untuk gerakan satu dimensi (gerakan pada lintasan lurus), kata percepatan digunakan ketika arah kecepatan = arah percepatan, sedangkan kata perlambatan digunakan ketika arah kecepatan dan percepatan berlawanan.
Grafik kecepatan terhadap waktunya adalah seperti gambar di bawah ini.
Grafik kecepatan terhadap waktu pada GLBB
Grafik menunjukkan gerak lurus berubah beraturan karena garis pada grafik lurus yang menunjukkan bahwa percepatannya tetap.
Rumus GLBB ada 3, yaitu:
Rumus GLBB  
clip_image002[1]
clip_image002[3]
Keterangan:
vt = kecepatan akhir atau kecepatan setelah t sekon (m/s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
a = percepatan (m/s2)
t = selang waktu (s)
s = jarak tempuh (m)

·      Gerak Melingkar
Gerak Melingkar adalah gerak suatu benda yang membentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokkannya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7b/Circular_motion_diagram.png/180px-Circular_motion_diagram.png
Dalam gerak melingkar ini ada beberapa besaran yang harus diketahui. Besaran-besaran yang mendeskripsikan suatu gerak melingkar adalah \theta\!, \omega\!dan \alpha\! atau berturur-turut berarti sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Besaran-besaran ini bila dianalogikan dengan gerak linier setara dengan posisi, kecepatan dan percepatan atau dilambangkan berturut-turut dengan r\!, v\! dan a\!.
Besaran gerak lurus dan melingkar
Gerak lurus
Gerak melingkar
Besaran
Satuan (SI)
Besaran
Satuan (SI)
poisisi r\!
m
sudut \theta\!
kecepatan v\!
m/s
kecepatan sudut \omega\!
percepatan a\!
m/s2
percepatan sudut \alpha\!
rad/s2
-
-
perioda T\!
s
-
-
radius R\!
m
Seperti halnya kembarannya dalam gerak linier, besaran-besaran gerak melingkar pun memiliki hubungan satu sama lain melalui proses integrasi dan diferensiasi.
\int \omega\ dt = \theta \ \ \leftrightarrow\ \ \omega = \frac{d\theta}{dt}
\int \alpha\ dt = \omega \ \ \leftrightarrow\ \ \alpha = \frac{d\omega}{dt}
\int \int \alpha\ dt^2 = \theta \ \ \leftrightarrow\ \ \alpha = \frac{d^2\theta}{dt^2}
Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui R\! khusus untuk komponen tangensial, yaitu
\theta = \frac{r_T}{R}\ \ , \ \ \omega = \frac{v_T}{R}\ \ , \ \ \alpha = \frac{a_T}{R}
Perhatikan bahwa di sini digunakan r_T\!yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh atau tali busur yang telah dilewati dalam suatu selang waktu dan bukan hanya posisi pada suatu saat, yaitu
r_T \approx |\overrightarrow{r}(t+\Delta t)-\overrightarrow{r}(t)|\!
untuk suatu selang waktu kecil atau sudut yang sempit.
Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya \omega\!, yaitu gerak melingkar beraturan dan gerak melingkar berubah beraturan.
Gerak Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar kecepatan sudut \omega\!tetap. Besar Kecepatan sudut diperolah dengan membagi kecepatan tangensial v_T\!dengan jari-jari lintasan R\!
\omega = \frac {v_T} R
Arah kecepatan linier v\!dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial v_T\!. Tetapnya nilai kecepatan v_T\!akibat konsekuensi dar tetapnya nilai \omega\!. Selain itu terdapat pula percepatan radial a_R\!yang besarnya tetap dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.
a_R = \frac {v^2} R = \frac {v_T^2} R
Bila T\! adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam lintasan lingkaran \theta = 2\pi R\!, maka dapat pula dituliskan
v_T = \frac {2\pi R} T \!
Kinematika gerak melingkar beraturan adalah
\theta(t) = \theta_0 + \omega\ t
dengan \theta(t)\! adalah sudut yang dilalui pada suatu saat t\!, \theta_0\!adalah sudut mula-mula dan \omega\! adalah kecepatan sudut (yang tetap nilainya).
Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut \alpha\!tetap. Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial a_T\!(yang dalam hal ini sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan tangensial v_T\!).
\alpha = \frac {a_T} R
Kinematika GMBB adalah
\omega(t) = \omega_0 + \alpha\ t \!
\theta(t) = \theta_0 + \omega_0\ t  + \frac12 \alpha\ t^2 \!
\omega^2(t) = \omega_0^2 + 2 \alpha\ (\theta(t) - \theta_0) \!
dengan \alpha\! adalah percepatan sudut yang bernilai tetap dan \omega_0\!adalah kecepatan sudut mula-mula.
Gerak melingkar dapat pula dinyatakan dalam persamaan parametrik dengan terlebih dahulu mendefinisikan:
-       titik awal gerakan dilakukan (x_0,y_0)\!
-       kecepatan sudut putaran \omega\!(yang berarti suatu GMB)
-       pusat lingkaran (x_c,y_c)\!, untuk kemudian dibuat persamaannya.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung jari-jari lintasan R\!yang diperoleh melalui:
R = \sqrt{(x_0 - x_c)^2 + (y_0 - y_c)^2} \!
Setelah diperoleh nilai jari-jari lintasan, persamaan dapat segera dituliskan, yaitu
x(t) = x_c + R cos(\omega t + \phi_x) \!
y(t) = y_c + R sin(\omega t + \phi_y) \!
dengan dua konstanta \phi_x \! dan \phi_y \! yang masih harus ditentukan nilainya. Dengan persyaratan sebelumnya, yaitu diketahuinya nilai (x_0,y_0)\!, maka dapat ditentukan nilai \phi_x \! dan \phi_y \!:
\phi_x = \arccos \left( \frac{x_0 - x_c}{R} \right)\!
\phi_y = \arcsin \left( \frac{y_0 - y_c}{R} \right)\!
Perlu diketahui bahwa sebenarnya
\phi_x = \phi_y \!
karena merupakan sudut awal gerak melingkar.
Dengan menggunakan persamaan parametrik, telah dibatasi bahwa besaran
linier yang digunakan hanyalah besaran tangensial atau hanya komponen vektor pada arah angular, yang berarti tidak ada komponen vektor dalam arah radial. Dengan batasan ini hubungan antara besaran linier (tangensial) dan angular dapat dengan mudah diturunkan.
Kecepatan linier total dapat diperoleh melalui
v  = \sqrt{v_x^2 + v_y^2}
dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka
v_T  = v = \sqrt{v_x^2 + v_y^2}
dengan
v_x  = \dot{x} = \frac{dx}{dt}
v_y  = \dot{y} = \frac{dy}{dt}
diperoleh
v_x  = -\omega R \sin(\omega t + \phi_x) \!
v_y  = \omega R \cos(\omega t + \phi_x) \!
sehingga
v_T  = \sqrt{(-\omega)^2 R^2 \sin^2(\omega t + \phi_x) + \omega^2 R^2 \cos^2(\omega t + \phi_x)}\!
v_T  = \omega R \sqrt{\sin^2(\omega t + \phi_x) + \cos^2(\omega t + \phi_x)}\!
v_T  = \omega R\!
Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, percepatan linier total dapat diperoleh melalui
a  = \sqrt{a_x^2 + a_y^2}
dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka
a_T  = a = \sqrt{a_x^2 + a_y^2}
dengan
a_x  = \ddot{x} = \frac{d^2x}{dt^2}
a_y  = \ddot{y} = \frac{d^2y}{dt^2}
diperoleh
a_x  = -\omega^2 R \cos(\omega t + \phi_x) \!
a_y  = -\omega^2 R \sin(\omega t + \phi_x) \!
sehingga
a_T  = \sqrt{(-\omega)^4 R^2 \cos^2(\omega t + \phi_x) + \omega^4 R^2 \sin^2(\omega t + \phi_x)}\!
a_T  = \omega^2 R \sqrt{\cos^2(\omega t + \phi_x) + \sin^2(\omega t + \phi_x)}\!
a_T  = \omega^2 R\!
Persamaan parametrik dapat pula digunakan apabila gerak melingkar merupakan GMBB, atau bukan lagi GMB dengan terdapatnya kecepatan sudut yang berubah beraturan (atau adanya percepatan sudut). Langkah-langkah yang sama dapat dilakukan, akan tetapi perlu diingat bahwa
\omega \rightarrow \omega(t) = \int \alpha dt = \omega_0 + \alpha t \!
dengan \alpha\! percepatan sudut dan \omega_0\!kecepatan sudut mula-mula. Penurunan GMBB ini akan menjadi sedikit lebih rumit dibandingkan pada kasus GMB di atas.
Persamaan parametrik di atas, dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih umum, yaitu:
x(t) = x_c + R \cos \theta \!
y(t) = y_c + R \sin \theta \!
di mana \theta = \theta(t) \! adalah sudut yang dilampaui dalam suatu kurun waktu. Seperti telah disebutkan di atas mengenai hubungan antara \theta \!, \omega \! dan \alpha \!melalui proses integrasi dan diferensiasi, maka dalam kasus GMBB hubungan-hubungan tersebut mutlak diperlukan.
Dengan menggunakan aturan rantai dalam melakukan diferensiasi posisi dari persamaan parametrik terhadap waktu diperoleh
v_x(t) = - R \sin \theta\ \frac{d\theta}{dt} =  - \omega(t) R \sin \theta \!
v_y(t) = R \cos \theta \ \frac{d\theta}{dt} = \omega(t) R \cos \theta \!
dengan
\frac{d\theta}{dt} = \omega(t) = \omega_0 + \alpha\ t \!
Dapat dibuktikan bahwa
v(t) = v_T(t) = \sqrt{v_x^2(t) + v_y^2(t)} = \omega(t) R \!
sama dengan kasus pada GMB.
Gerak melingkar dapat dipandang sebagai gerak berubah beraturan. Bedakan dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Konsep kecepatan yang berubah kadang hanya dipahami dalam perubahan besarnya, dalam gerak melingkar beraturan (GMB) besarnya kecepatan adalah tetap, akan tetapi arahnya yang berubah dengan beraturan, bandingkan dengan GLBB yang arahnya tetap akan tetapi besarnya kecepatan yang berubah beraturan.


·      Gerak Parabola
Gerak peluru atau parabola merupakan suatu jenis gerakan benda yang pada awalnya diberi kecepatan awal lalu menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh gravitasi.
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa jenis gerak parabola. Pertama, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dengan sudut teta terhadap garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak gerakan benda yang berbentuk demikian. Beberapa di antaranya adalah gerakan bola yang ditendang oleh pemain sepak bola, gerakan bola basket yang dilemparkan ke ke dalam keranjang, gerakan bola tenis, gerakan bola volly, gerakan lompat jauh dan gerakan peluru atau rudal yang ditembakan dari permukaan bumi. Kedua, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Beberapa contoh gerakan jenis ini yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, meliputi gerakan bom yang dijatuhkan dari pesawat atau benda yang dilemparkan ke bawah dari ketinggian tertentu.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/6/63/Gerak13h.jpg
Ketiga, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dari ketinggian tertentu dengan sudut teta terhadap garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/e/ee/Gerak13i.jpg
Gerak peluru adalah gerak dua dimensi, di mana melibatkan sumbu horisontal dan vertikal. Jadi gerak parabola merupakan superposisi atau gabungan dari gerak horisontal dan vertikal. Kita sebut bidang gerak peluru sebagai bidang koordinat xy, dengan sumbu x horisontal dan sumbu y vertikal. Percepatan gravitasi hanya bekerja pada arah vertikal, gravitasi tidak mempengaruhi gerak benda pada arah horisontal.
Percepatan pada komponen x adalah nol (ingat bahwa gerak peluru hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Pada arah horisontal atau komponen x, gravitasi tidak bekerja). Percepatan pada komponen y atau arah vertikal bernilai tetap (g = gravitasi) dan bernilai negatif /-g (percepatan gravitasi pada gerak vertikal bernilai negatif, karena arah gravitasi selalu ke bawah alias ke pusat bumi).
Gerak horisontal (sumbu x) kita analisis dengan Gerak Lurus Beraturan, sedangkan Gerak Vertikal (sumbu y) dianalisis dengan Gerak Jatuh Bebas.
Untuk memudahkan kita dalam menganalisis gerak peluru, mari kita tulis kembali persamaan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Jatuh Bebas (GJB).
Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/f9/Gerak13j.jpg

Sebelum menganalisis gerak parabola secara terpisah, terlebih dahulu kita amati komponen Gerak Peluru secara keseluruhan.
Pertama, gerakan benda setelah diberikan kecepatan awal dengan sudut teta terhadap garis horisontal.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/91/Gerak13ak.jpg
Kecepatan awal (vo) gerak benda diwakili oleh v0x dan v0y. v0x merupakan kecepatan awal pada sumbu x, sedangkan v0y merupakan kecepatan awal pada sumbu y. vy merupakan komponen kecepatan pada sumbu y dan vx merupakan komponen kecepatan pada sumbu x. Pada titik tertinggi lintasan gerak benda, kecepatan pada arah vertikal (vy) sama dengan nol.
Kedua, gerakan benda setelah diberikan kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar horisontal.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8d/Gerak13bk.jpg
Kecepatan awal (vo) gerak benda diwakili oleh v0x dan v0y. v0x merupakan kecepatan awal pada sumbu x, sedangkan Kecepatan awal pada sumbu vertikal (voy) = 0. vy merupakan komponen kecepatan pada sumbu y dan vx merupakan komponen kecepatan pada sumbu x.
Sekarang, diturunkan persamaan untuk Gerak Peluru. Dinyatakan seluruh hubungan vektor untuk posisi, kecepatan dan percepatan dengan persamaan terpisah untuk komponen horisontal dan vertikalnya. Gerak peluru merupakan superposisi atau penggabungan dari dua gerak terpisah tersebut.
Terlebih dahulu dinyatakan kecepatan awal untuk komponen gerak horisontal v0x dan kecepatan awal untuk komponen gerak vertikal, v0y.
Catatan : gerak peluru selalu mempunyai kecepatan awal. Jika tidak ada kecepatan awal maka gerak benda tersebut bukan termasuk gerak peluru. Walaupun demikian, tidak berarti setiap gerakan yang mempunyai kecepatan awal termasuk gerak peluru.
Karena terdapat sudut yang dibentuk, maka harus dimasukan sudut dalam perhitungan kecepatan awal. Mari kita turunkan persamaan kecepatan awal untuk gerak horisontal (v0x) dan vertikal (v0y) dengan bantuan rumus Sinus, Cosinus dan Tangen. Dipahami dulu persamaan sinus, cosinus dan tangen di bawah ini.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/ab/Gerak13ck.jpg
Berdasarkan bantuan rumus sinus, cosinus dan tangen di atas, maka kecepatan awal pada bidang horisontal dan vertikal dapat kita rumuskan sebagai berikut :
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8c/Gerak13dk.jpg
Keterangan : v0 adalah kecepatan awal, v0x adalah kecepatan awal pada sumbu x, v0y adalah kecepatan awal pada sumbu y, teta adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positip.
Kecepatan dan perpindahan benda pada arah horizontal
Tinjau gerak pada arah horisontal atau sumbu x. Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, gerak pada sumbu x kita analisis dengan Gerak Lurus Beraturan (GLB). Karena percepatan gravitasi pada arah horisontal = 0, maka komponen percepatan ax = 0. Huruf x kita tulis di belakang a (dan besaran lainnya) untuk menunjukkan bahwa percepatan (atau kecepatan dan jarak) tersebut termasuk komponen gerak horisontal atau sumbu x. Pada gerak peluru terdapat kecepatan awal, sehingga kita gantikan v dengan v0.
Dengan demikian, kita akan mendapatkan persamaan Gerak Peluru untuk sumbu x :
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/32/Gerak13ek.jpg
Keterangan : vx adalah kecepatan gerak benda pada sumbu x, v0x adalah kecepatan awal pada sumbu x, x adalah posisi benda, t adalah waktu tempuh, x0 adalah posisi awal. Jika pada contoh suatu gerak peluru tidak diketahui posisi awal, maka silahkan melenyapkan x0.
Perpindahan horisontal dan vertical
Tinjau gerak pada arah vertikal atau sumbu y. Untuk gerak pada sumbu y alias vertikal, kita gantikan x dengan y (atau h = tinggi), v dengan vy, v0 dengan voy dan a dengan -g (gravitasi). Dengan demikian, kita dapatkan persamaan Gerak Peluru untuk sumbu y :
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/b/b4/Gerak13fk.jpgKeterangan : vy adalah kecepatan gerak benda pada sumbu y alias vertikal, v0y adalah kecepatan awal pada sumbu y, g adalah gravitasi, t adalah waktu tempuh, y adalah posisi benda (bisa juga ditulis h), y0 adalah posisi awal.
Berdasarkan persamaan kecepatan awal untuk komponen gerak horisontal v0x dan kecepatan awal untuk komponen gerak vertikal, v0y yang telah kita turunkan di atas, maka kita dapat menulis persamaan Gerak Peluru secara lengkap sebagai berikut :
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/c/cb/Gerak13gk.jpg
Pada pokok bahasan Vektor dan Skalar telah dijelaskan teknik dasar metode analitis. Persamaan untuk menghitung posisi dan kecepatan resultan dapat dirumuskan sebagai berikut.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/fa/Gerak13hk.jpg

·      Gerak Vertikal
Gerak Vertikal adalah gerak suatu benda yang dilemparkan vertikal ke bawah atau ke atas dengan kecepatan awal dan dipengaruhi oleh percepatan. Rumus-rumus gerak vertikal ke bawah adalah sebagai berikut.
clip_image002254
clip_image002274
Sedangkan, Rumus-rumus gerak vertikal ke atas adalah sebagai berikut.

Keterangan :
h = jarak/perpindahan (m)
v0 = kecepatan awal (m/s)
vt = kecepatan setelah t (m/s)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
t = selang waktu (s)
Di titik tertinggi benda, kecepatan benda adalah nol. Persamaan yang berlaku di titik tertinggi adalah sebagai berikut.
clip_image002354
clip_image002374
Keterangan:
tnaik = selang waktu dari titik pelemparn hingga mencapai titik tertinggi (s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
hmaks = jarak yang ditempuh hingga titik tertinggi (m)
Saat mulai turun, persamaannya sama seperti gerak jatuh bebas. Rumusnya adalah:
clip_image002394
Jadi, dapat disimpulkan bahwa waktu saat naik sama dengan waktu saat turun.

·      Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak benda yang jatuh dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal di sekitar bumi. Gerak jatuh bebas dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Benda-benda yang jatuh bebas. Rumus ini akurat saat benda dijatuhkan di ruang hampa.
clip_image002174
clip_image002195
clip_image002214
Keterangan:
vt = kecepatan saat t sekon (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi (9,8 m/s2)
h = jarak yang ditempuh benda (m)
t = selang waktu (s)

3.1.2   Dinamika

·      Hukum-Hukum Newton tentang Gerak
Gaya ialah suatu tarikan atau dorongan yang dapat menimbulkan perubahan gerak. Dengandemikian jika benda ditarik atau didorong dan sebagainya maka pada benda bekerja gaya dankeadaan gerak benda dapat dirubah. Gaya adalah penyebab gerak. Gaya termasuk besaran vektor, karena gaya ditentukan oleh besar dan arahnya.

-          Hukum I Newton
Jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol ( = 0), maka benda tersebut :
o   Jika dalam keadaan diam akan tetap diam
o   Jika dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.
Keadaan di atas disebut juga Hukum Kelembaman.

-          Hukum II Newton
Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dansearah dengan gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa benda.
a = F/m atau F = m.a
Keterangan :
Gaya (F) = newton (N)
Massa (m) = Kg
Percepatan (a) = m/s2

Ingat bahwa, massa (m) merupakan besaran skalar di mana besarnya di sembarang tempat untuk suatu benda yang sama selalu tetap. Sedangkan, berat (w) merupakan besaran vektor di mana besarnya tergantung pada tempatnya (percepatangrafitasi pada tempat benda berada ).

-          Hukum III Newton
Bila sebuah benda A melakukan gaya pada benda B, maka benda juga akan melakukan gaya pada benda A yang besarnya sama tetapi berlawanan arah. Gaya yang dilakukan A pada B disebut gaya aksi. Gaya yang dilakukan B pada A disebut gaya reaksi.
maka ditulis : Faksi = - Freaksi
Hukum Newton III disebut juga Hukum Aksi-Reaksi.


·      Energi dan Usaha
Energi (disebut juga tenaga) adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Energi mempunyai berbagai benntuk. Bentuk-Bentuk Energi yaitu sebagai berikut.
-          Energi-Mekanik
Benda yang bergerak atau memiliki kemampuan untuk bergerak, memiliki energi mekanik. Air terjun yang berada di puncak tebing memiliki energi mekanik yang cukup besar, demikian juga dengan angin.

-          Energi Bunyi
Energi bunyi adalaj energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara disekitar sebuah sumber bunyi. Contoh : Ketika radio atau televisi beroperasi, pengeras suara secara nyata menggerakkan udara didepannya. Caranya dengan menyebabkan partikel-partikel udara itu bergetar. Energi dari getaran partikel-partikel udara ini sampai ditelinga, sehingga kamu dapat mendengar.

-          Energi kalor
Energi kalor adalah energi yang dihasilkan oleh gerak internal partikel-partikel dalam suatu zat. Contoh : apabila kedua tanganmu digosok-gosokkan selam beberapa detik maka tanganmu akan terasa panas. Umumnya energi kalor dihasilkan dari gesekan. Energi kalor menyebabkan perubahan suhu dan perubahan wujud.

-          Energi Cahaya
Energi Cahaya adalah energi yang dihasilkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik

-          Energi Listrik
Energi Listrik adalah energi yang dihasilkan oleh muatan listrik yang bergerak melalui kabel.
-          Energi Nuklir
Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan oleh reaksi inti dari bahan radioaktif. Ada dua jenis energi nuklir yaitu energi nuklir fisi dan fusi. Energi nuklir fisi terjadi pada reaktor atom PLTN. Ketika suatu inti berat (misal uranium) membelah (fisi), energi nuklir cukup besar dibebaskan dalam bentuk energi kalor dan energi cahaya. Energi nuklir juga dibebaskan ketika inti-inti ringan (misalnya hidrogen) bertumbukan pada kelajuan tinggi dan bergabung (fusi). Energi matahari dihasilkan dari suatu reaksi niklir fusi dimana inti-inti hidrogen bergabung membentuk inti helium.

-          Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi yang berkaitan dengan gerak atau kemampuan untuk bergerak. Ada dua macam energi mekanik yaitu ; energi kinetik dan energi potensial.
a.      Energi kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya atau kelajuannya. Energi kinetik dirumuskan :
Dengan, EK = energi kinetik (joule atau J), m = massa (kg), v = kelajuan (m/s)

b.      Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda karena posisinya. Energi potensial dapat dirumuskan:
Dengan, EP = energi potensial gravitasi (joule atau J), m = massa (kg), g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2), h = ketinggian benda dari acuan (m).
Jika sebuah benda menempuh jarak sejauh S akibat gaya F yang bekerja pada benda tersebut maka dikatakan gaya itu melakukan usaha, dimana arah gaya F harus sejajar dengan arah jarak tempuh S.
Usaha adalah hasil kali (dot product) antara gaya den jarak yang ditempuh.
W = F s = |F| |s| cos q
q = sudut antara F dan arah gerak
Satuan usaha/energi : 1 Nm = 1 Joule = 107 erg
Dimensi usaha energi: W = E = ML2T-2
Energi dan usaha merupakan besaran skalar.
Beberapa jenis energi di antaranya adalah:
1.      Energi Kinetik (Ek)

Ek trans = 1/2 m v2
Ek rot = 1/2 I w2

keterangan :
m = massa
v = kecepatan
I = momen inersia
w = kecepatan sudut
2.      Energi Potensial (Ep)

Ep = m g h

keterangan :
h = tinggi benda terhadap tanah



3.      Energi Mekanik (EM)
EM = Ek + Ep
Nilai EM selalu tetap/sama pada setiap titik di dalam lintasan suatu benda.
Ek + Ep = EM = tetap
Ek1 + Ep1 = Ek2 + Ep2

4.      Energi Potensial Pegas (Ep)
Ep = 1/2 k Dx2 = 1/2 Fp Dx
Fp = - k Dx
Keterangan :
Dx = regangan pegas
k = konstanta pegas
Fp = gaya pegas
Tanda minus (-) menyatakan bahwa arah gaya Fp berlawanan arah dengan arah regangan x. 2 buah pegas dengan konstanta K1 dan K2 disusun secara seri dan paralel:
Seri
paralel

Ktot = K1 + K2

Energi Potensial Gravitasi
Energi potensial ini berpotensi untuk melakukan usaha dengan cara mengubah ketinggian. Semakin tinggi kedudukan suatu benda dari bidang acuan, semakinbesar pula energi potensial gravitasinya. Usaha untuk mengangkat benda setinggi h adalah
W = Fs = mgh
Dengan demikian, pada ketinggian h benda mamiliki energy potensial gravitasi, yaitu kemampuan untuk melakukan usaha sebesar W = mgh. Jadi, energy potensial gravitasi dapat dirumuskan sebagai
EP = mgh
Dengan,
EP = energy potensial gravitasi (Joule)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = ketinggian benda dari bidang acuan (m)

Kekekalan Energi
Bunyi hukum kekekalan energi, Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk energi lain.
Emekanik = EK +EP
Emekanik = konstan (kekal), selama tidak ada gaya dari luar.

Usaha
Dalam fisika, usaha berkaitan dengan suatu perubahan. Karena gaya dapat menghasilkan perubahan. Apabila gaya bekerja pada benda yang diam, benda tersebut bisa berubah posisinya. Sedangkan bila gaya bekerja pada benda yang bergerak, benda tersebut bisa berubah kecepatannya. Usaha yang dilakukan oleh suatu gaya adalah hasil kali antara komponen gaya yang segaris dengan perpindahan dengan besarnya perpindahan. Usaha juga bisa didefinisikan sebagai suatu besaran scalar yang di akibatkan oleh gaya yang bekerja sepanjang lintasan.
Apabila gaya disimbolkan dengan F dan perpindahan dengan s, secara matematis usaha dituliskan dalam persamaan berikut: W = F s dengan :
W = usaha (J)
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)

Usaha memiliki satuan yang sama dengan energi, yaitu joule. Dengan ketentuan bahwa 1 joule sama dengan besar usaha yang dilakukan oleh gaya sebesar 1 N dengan perpindahan 1 m.

Secara matematis gaya tersebut dapat ditulis sebagai berikut: F = m g

Karena perpindahan benda ke arah vertikal sama dengan ketinggian benda (h), usaha yang dilakukan terhadap benda tersebut sebagai berikut.
W = F s
W = m g h
dengan:
W = usaha (J)
m = massa (kg)
g = percepatan gravitasi (N/kg)
h = perpindahan atau ketinggian (m)

Hubungan antara Usaha dan Energi
Definisi tersebut menunjukkan bahwa usaha memiliki kaitan yang erat dengan energi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketika gaya melakukan usaha pada sebuah benda maka akan terjadi perubahan energi pada benda tersebut. Usaha yang dilakukan pada sebuah benda yang bergerak horisontal menyebabkan perubahan energi kinetik. Dengan demikian, besarnya usaha sama dengan perubahan energi kinetik benda. Secara matematis ditulis sebagai berikut.
W = Δ Ek
W = Ek2 – Ek1
dengan W = usaha (J), Ek = perubahan energi kinetik (J), Ek2 = energi kinetik akhir (J), Ek1 = energi kinetik awal (J).

Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi bumi (benda yang bergerak vertikal) sama dengan perubahan energi potensial gravitasi. Secara matematis ditulis sebagai berikut.
W = Δ Ep
W = Ep2 – Ep1
W = m g (h2 – h1)
dengan W = usaha (J), ΔEp = perubahan energi potensial (J), Ep1 = energi potensial awal (J), danEp2 = energi potensial akhir (J).

·      Momentum dan Impuls
Momentum
Momentum adalah hasil kali antara massa dan kecepatan. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut
 P = m.v
Dengan :  P = momentum(kg.m/s), M=massa(kg), dan V=kecepatan(m/s)
Jadi, momentum adalah besaran yang dimiliki oleh sebuah benda atau partikel yang bergerak.

Impuls
Impuls adalah peristiwa gaya yang bekerja pada benda dalam waktu hanya sesaat. Atau Impuls adalah peristiwa bekerjanya gaya dalam waktu yang sangat singkat. Contoh dari kejadian impuls adalah: peristiwa seperti bola ditendang, bola tenis dipukul karena pada saat tendangan dan pukulan, gaya yang bekerja sangat singkat.
 I=F.Δt
Dengan : I= impuls, F = gaya (N), dan Δt=selang waktu(s)



·      Kesetimbangan Benda Tegar
Kesetimbangan adalah suatu kondisi benda dengan resultan gaya dan resultan momen gaya sama dengan nol.
Kesetimbangan biasa terjadi pada :
1. Benda yang diam (statik),
    contoh : semua bangunan gedung, jembatan, pelabuhan, dan lain-lain.
2. Benda yang bergerak lurus beraturan (dinamik),
    contoh : gerak meteor di ruang hampa, gerak kereta api di
kota, dll.

Benda tegar adalah benda yang tidak berubah bentuknya karena pengaruh gaya dari luar.
Kesetimbangan benda tegar dibedakan menjadi dua yaitu kesetimbangan partikel dan benda tegar.
Partikel adalah benda yang ukurannya dapat diabaikan dan hanya mengalami gerak translasi (tidak mengalami gerak rotasi).
Syarat kesetimbangan partikel :
F = 0 dengan Fx = 0 (sumbu X) Fy = 0 (sumbu Y)
Syarat kesetimbangan benda:
Fx = 0, Fy = 0, Torsi ( dalam hal ini saya tulis t ) = 0

Momen gaya merupakan besaran vektor yang nilainya sama dengan hasil kali antara gaya dengan jarak dari titik poros arah tegak lurus garis kerja gaya.
Dirumuskan: t = F . d
Putaran momen gaya yang searah dengan putaran jarum jam disebut momen gaya negatif, sedang yang berlawanan putaran jarum jam disebut momen gaya postif. ( ini hanya kesepakatan , mungkin buku lain berbeda )
Momen kopel adalah momen gaya yang diakibatkan pasangan dua gaya yang sama besarnya dan arahnya berlawanan tetapi tidak segaris kerja. Benda yang dikenai momen kopel akan bergerak rotasi terus menerus.

Titik berat

adalah titik pusat atau titik tangkap gaya berat dari suatu benda atau sistem benda. Titik berat menurut bentuk benda dibedakan menjadi 3 antara lain:
a. Benda berbentuk garis/kurva, contoh : kabel, lidi, benang, sedotan, dan lain-lain.
b. Benda berbentuk bidang/luasan, contoh : kertas, karton, triplek, kaca, penggaris, dan lain-lain.
c. Benda berbentuk bangunan/ruang, contoh : kubus, balok, bola, kerucut, tabung, dan lain-lain

a. Benda berbentuk partikel massa
Apabila sistem benda terdiri dari beberapa benda partikel titik digabung menjadi satu, maka koordinat titik beratnya dirumuskan:

Xo = clip_image003[4]= clip_image005

Yo = clip_image007= clip_image009

Jadi zo (Xo,Yo)

b. Benda berbentuk garis/kurva
Daftar titik beberapa benda berbentuk garis dapat dilihat dalam lampiran. Apabila sistem benda terdiri dari beberapa benda garis digabung menjadi satu, maka koordinat titik beratnya dirumuskan:
Xo = clip_image011= clip_image013

Yo = clip_image015= clip_image017

Jadi zo (Xo,Yo)

c. Benda berbentuk bidang/luasan
Daftar titik berat berbagai macam bidang beraturan dan bidang selimut benda dapat dilihat dalam lampiran. Apabila sistem benda terdiri dari bidang gabungan, maka koordinat titik beratnya dirumuskan:
Xo = clip_image020= clip_image022

Yo = clip_image024= clip_image026

Jadi zo (Xo,Yo)



d. Benda berbentuk volume/ruang (homogen)
Daftar titik berat berbagai macam benda ruang beraturan dapat dilihat dalam lampiran. Apabila sistem benda terdiri dari bidang gabungan benda, maka koordinat titik beratnya dirumuskan:
Bila terbuat dari bahan-bahan yang sama (homogen)
Xo = clip_image029= clip_image031

Yo = clip_image033= clip_image035

Jadi zo (Xo,Yo)

e. Bila terbuat dari bahan-bahan yang berbeda (heterogen)
Xo = clip_image038= clip_image040

Yo = clip_image042= clip_image044
Jadi zo (Xo,Yo)

·      Gerak Rotasi Benda Tegar
Ada dua jenis gerak rotasi benda tegar, yaitu gerak rotasi benda tegar sekitar sumbu tetap (fixed axis) dan rotasi benda tegar sekitar sumbu bergerak. Contoh rotasi sekitar sumbu tetap adalah gerak rotasi compact disk (CD) dalam sebuah CD player. Contoh rotasi benda tegar disekitar sumbu bergerak adalah bola bowling yang menggelinding pada lintasan bowling. Untuk gerak rotasi benda tegar sekitar sumbu tetap dapat ditentukan beberapa besaran fisika yang terkait dengannya. Pertama, posisi sudut sebuah benda tegar yang berotasi. Posisi sudut tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan: 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKLa7BfwkQdiDBP9owudS5V08AypkbaXi4FLDFk0fYCt963Url7NWW_RcEWRk-BfNKecXXSaJKzBztpStAtlvSLiksCWIYBvw0r_kCbFFB7g2n47c5LUj95SIDj4Aasb6LZKuPms2HSC4/s320/rotasi+benda+tegar.jpg

ϴ = s / r (radian)

di mana s adalah panjang segmen lingkaran yang disapu jari-jari r.

Besaran fisika lainnya adalah perpindahan sudut, kecepatan sudut, percepatan sudut, dan energi kinetik. Perpindahan sudut dari sebuah benda yang berotasi dapat pula diartikan sebagai besar sudut yang ditempuh oleh benda tegar yang berotasi tersebut. Secara matematik, perpindahan sudut (sudut tempuh) adalah; 

Δϴ = ϴ2 - ϴ1,  

Nilai Δϴ positif jika arah rotasi berlawanan arah putaran jarum jam, dan bernilai negatif jika arah rotasi searah putaran jarum jam. Kecepatan sudut adalah perpindahan sudut per detik, sehingga secara matematik kecepatan
sudut rata-rata dapat dinyatakan oleh persamaan: 

ω = Δϴ / Δt (radian/detik).

Sedangkan kecepatan sudut sesaat dapat dinyatakan oleh persamaan turunan perpindahan sudut (Δϴ) terhadap waktu (t), yaitu: 
ω =  dϴ / dt
Besaran fisika lainnya adalah percepatan sudut. Percepatan sudut adalah pertambahan kecepatan sudut per detik, sehingga secara matematik, percepatan sudut rata-rata dapat dinyatakan oleh persamaan: 

α = Δω / Δt,

Besaran dan percepatan sudut sesaat dinyatakan oleh persamaan turunan kecepatan sudut terhadap waktu (t), yaitu:  

α = dω / dt = d2ω / d2t

Besaran fisika terakhir yang terkait dengan gerak rotasi benda tegar adalah energi kinetik. Nilai energi kinetik dari sebuah benda tegar yang berotasi ekivalen dengan nilai energi kinetik gerak transalasi, yaitu: 

Ek = ½ Iω2,  

dimana I adalah momen inersia benda tegar relatif terhadap sebuah sumbu putar, dan (ω) adalah kecepatan sudut benda tegar. Dalam hal ini jika kita bandingkan dengan bentuk persamaan energi kinetik untuk gerak translasi, maka kita dapat melihat bahwa I analog dengan massa benda (m) dan (ω) dengan kecepatan benda (v).

Namun, ekivalensi bentuk persamaan energi kinetik gerak rotasi dengan bentuk persamaan energi kinetik gerak translasi tidaklah berjalan secara mulus, sebab dalam hal ini nilai momen inersia (I) bergantung kepada letak sumbu putar. Sedangkan gerak translasi, nilai m dari sebuah benda selalu tetap.

Perpindahan sudut yang kecil, kecepatan sudut, dan percepatan sudut adalah besaran vektor, sedangkan perpindahan sudut yang besar dan energi kinetik adalah besaran skalar. Satu hal yang menarik adalah perpindahan sudut. Apabila nilai perpindahan sudut itu kecil, maka perpindahan sudut ini dapat diperlakukan sebagai vektor, tetapi apabila nila perpindahan sudut itu besar, maka perpindahan sudut itu merupakan besaran skalar. Jadi, khusus untuk perpindahan sudut, ia dapat berupa vektor dan juga dapat berupa skalar bergantung pada nilai perpindahan sudut itu sendiri.

3.2   Aplikasi Mekanika dalam Berbagai Alat Berat
3.2.1   Alat Bangunan
           Peranan mekanika dalam hal ini adalah adanya aplikasi konsep-konsep yang dipakai dalam dunia arsitektur khususnya dalam pengoperasian alat-alat bangunan.
1.   Eksavator
Merupakan alat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sebagai teknologi yang berfungsi penting dalam suatu pembangunan, karena fungsi dasarnya sebagai teknologi pengolah tanah atau lahan.
Daftar Harga Excavator.jpg
Dalam teknologi ini banyak sekali konsep-konsep mekanika baik kinematika maupun dinamika yang teraplikasi dalam pengoperasiannya.

2.   Tower Crane
lg-tower-crane-services.jpg
Adalah alat yang digunakan dalam pembuatan proyek skala besar (mega project). Dalam pemanfaatan alat ini tentunya tidak terlepas dari kaitannya dengan apa yang dikaji dalam mekanika yaitu adanya unsur konsep  kesetimbangan, rotasi, dan gerak melingkar.

3.2.2   Alat Mekanis atau Mesin
            Dalam hal ini, adanya aplikasi konsep-konsep mekanika gerak baik dari konsep-konsep kinematika maupun dinamika yang telah dijelaskan secara rinci di atas sehingga diciptakan dan dikembangkannya alat-alat atau teknologi-teknologi modern yang berkembang di dunia industri.360604200_583.JPG   index.jpg
            Bahkan, pengembangan ini sudah sangat maju dalam penerapannya di bidang pertanian dan bidang lainnya dengan pengaplikasian yang sama pula.
Yang dominan dari teknologi industri ini adalah banyak menerapkan konsep-konsep mekanika yang sangat rumit dan kompleks, serta banyak pengembangan atau penurunan dari konsep-konsep sistem dinamika gerak.
                   
3.2.3   Alat Elektronik
           Dalam pengaplikasian di bidang ini, satelit menjadi pokok bahasan utama karena satelit merupakan teknologi yang sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran alat-alat telekomunikasi di bumi. Disini, konsep-konsep yang tertuang dari mekanika itu sendiri adalah mengenai gravitasi, rotasi, gaya, dan lain-lain.
satelit-komunikasi.jpg



BAB IV
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini bahwa :

Ø  Mekanika adalah cabang ilmu fisika yang terdiri dari kinematika dan dinamika. Dalam kinematika dibahas mengenai gerak tanpa memperhatikan penyebab terjadinya gerak, antara lain : kelajuan, kecepatan, percepatan, jarak, kedudukan, perpindahan, gerak lurus beraturan, gerak lurus berubah beraturan, gerak melingkar, gerak parabola, gerak vertical, dan gerak jatuh bebas.
Ø  Sedangkan, dalam dinamika membahas gerak yang juga memperhatikan sebab-sebab terjadinya gerak, antara lain : hukum Newton tentang gerak, energy dan usaha, impuls dan momentum, kesetimbangan benda tegar, dan rotasi benda tegar.
Ø  Banyak konsep-konsep dari mekanika yang dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari dalam alat-alat berat.











DAFTAR PUSTAKA

Said. L, M. 2007. Fisika Dasar I. Makassar : UIN press.
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan), Jakarta: Penerbit Erlangga.
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik–Jilid I (terjemahan), Jakarta: Penebit Erlangga.
http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/07/pengertian-kinematika-dan-dinamika.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar